Detail Proyek Penelitian

Suasana rapat membahas mengenai pengembangan prototipe yang diberi nama 'Smart Land Surveilance System'.

Memantau dinamika perkembangan sebuah kota merupakan sebuah tantangan tersendiri. Ini karena perkembangan kota-kota di Indonesia saat ini terjadi sangat pesat. Pembangunan kawasan pemukiman, perkantoran, dan ruang publik juga terjadi begitu cepat. Salah satunya terjadi Kota Depok yang ada di provinsi Jawa Barat yang juga merupakan salah satu kota penyangga ibu kota Jakarta. 

SMART CITY, yang merupakan Centre for Collaborative Research (CCR) yang didukung oleh USAID SHERA mencoba untuk mencari solusi dalam memantau pembangunan yang terjadi di Kota Depok dengan mengambangkan sebuah prototipe. Prototipe ini diberi nama ‘Smart Land Surveilance System’ di Kota Depok yang memiliki tujuan untuk menciptakan sebuah sistem pengawasan untuk mendukung pemerintah lokal dalam melakukan kontrol dan pengawasan pengembangan lahan dengan cara membandingkan antara ukuran bangunan yang sudah ada dengan aturan Urban Design Guidelines (UDGL/persil).

Sebenarnya, pemerintah kota sudah memiliki aturan mengenai pembangunan gedung. Tahapannya dimulai dari pengajuan permohonan dari pemilik bangunan kepada pemerintah kota. Selanjutnya, seorang surveyor akan ditugaskan secara langsung untuk mengecek kondisi di lapangan, termasuk memastikan ukuran asli bangunan. Jika ternyata ukuran sudah sesuai dengan yang diajukan, maka pemerintah kota akan mengeluarkan surat izin mendirikan bangunan atau biasa disebut dengan IMB. Sayangnya, kondisi di lapangan, banyak ditemukan para pemilik bangunan menyalahgunakan izin yang diberikan. Bangunan asli ternyata di kemudian hari tidak sesuai dengan apa yang telah diajukan kepada pemerintah kota. Kebanyakan pemerintah lokal juga tidak memiliki sumber daya manusia yang cukup dan anggaran yang memadai untuk melakukan pengawasan.

Oleh karena itu, prototipe yang dikembangkan oleh SMART CITY tersebut diharapkan mampu untuk membantu pemerintah Kota Depok untuk melakukan sistem pengawasan jarak jauh yang akan digunakan oleh petugas untuk memperkuat pengawasan. Selain itu, prototipe ini sekaligus diharapkan akan menjadi sebuah metode berkelanjutan untuk pengembangan lahan di kota-kota yang ada di Indonesia untuk meningkatkan kesiapan pemerintah dalam pengembangan Smart City, dimulai dari Kota Depok. Sistem yang sedang dikembangkan ini nantinya akan diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada di pemerintah kota dan dapat dioperasikan oleh pegawai pemerintah.

Kelebihan lainnya dari prototipe ini adalah lebih efisien dalam hal pembiayaan. Sehingga pemerintah kota tidak perlu lagi khawatir tidak mampu untuk membiayai surveyor yang melakukan pengawasan. Selain itu, sistem pengawasan yang dilakukan adalah jarak jauh yang didukung dengan teknologi yang berkelanjutan untuk pengawasan lahan. Saat ini, prototipe ini sedang dalam tahap proses finalisasi. SMART CITY saat ini sedang mengembangkan sistem program dan finalisasi kerangka data yang dilakukan oleh tim feasibility study atau studi kelayakan. Sedangkan PT PGI sedang dalam masa terakhir mengumpulkan data bangunan bersama dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok.

Kategori: Pembangunan dan Perencanaan Tata Kota