Detail Proyek Penelitian

Direktorat Riset, Pengabdian pada Masyarakat dan Inovasi (DRPMI) Universitas Padjadjaran (Unpad) mengadakan International Conference on SMART CITY Innovation 2018 pada Kamis hingga Jumat , 25 - 26 Oktober 2018,  di Hotel Grand Preanger, Bandung dengan tema “SMART CITY Innovation in Indonesia”. Konferensi internasional ini merupakan salah satu program kerja dari Pusat Penelitian Kolaboratif (Center for Collaborative Research) SMART CITY (Scientific Modeling, Application, Research, and Training for City-Centered Innovation and Technology. Konferensi ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan penelitian, pengembangan, pelatihan, kuliah umum, seminar, dan kerja sama dengan pemerintah dan pihak swasta mengenai inovasi pengembangan kota pintar yang diselenggarakan oleh jejaring SMART CITY. Pada tahun-tahun berikutnya konferensi serupa akan diselenggarakan secara bergantian oleh universitas-universitas mitra SMART CITY.

betty chungGambar 1. Betty Chung, USAID Indonesia, menyatakan dukungannya terhadap penelitian kolaborasi antar akademisi di Indonesia dan Amerika Serikat

SMART CITY saat ini merupakan kemitraan terbesar di Indonesia menyangkut penelitian dan pengembangan sistem kota pintar. Kemitraan ini diketuai oleh Universitas Indonesia, dengan bermitra bersama Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Sriwijaya dan Universitas Udayana. SMART CITY saat ini sudah menjalin kerja sama tidak hanya dengan mitra-mitra perguruan tinggi, tetapi juga mulai membangun kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan industri strategis. Saat ini SMART CITY telah membangun kerja sama dengan Pemerintah Kota Depok, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

 

Saat ini SMART CITY adalah salah satu penerima hibah penelitian raksasa bernilai 3 juta dollar (setara 45 milyar rupiah) yang diberikan oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) melalui program Sustainable Higher Education Research Alliances (SHERA). USAID SHERA mendukung penuh program kerja SMART CITY dan konferensi internasional ini. “Amerika Serikat, melalui USAID memiliki sejarah panjang dalam mendukung ilmu pengetahuan, teknologi dan penelitian inovatif di Indonesia. Kami bangga dapat melanjutkan komitmen ini melalui program SHERA dan menghubungkan ilmuwan Indonesia dan AS untuk menemukan, menguji dan memperluas penerapan solusi berbasis bukti yang dapat memecahkan berbagai tantangan pembangunan,” demikian kata Pelaksana Tugas Wakil Direktur USAID Indonesia Betty Chung.

ridwan kamil

Gambar 2. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Manager Partnership SMART CITY Ahmad Gamal

Acara ini akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; Rektor Unpad, Tri Hanggono Ahmad; Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, Inovasi, dan Usaha Unpad, Keri Lestari; Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana, I Nyoman Gde Antara; Acting Deputy Mission Director USAID, Betty Chung; Program Director SHERA, Prima Setiawan; Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia, Heri Hermansyah; Ketua LPPM dari Universitas Udayana, I Gede Rai Maya Temaja; Ketua LPPM dari Universitas Diponegoro, Heru Susanto; Ketua LPPM dari Universitas Sriwijaya,  Tatang Suhery; para praktisi serta peneliti dari berbagai universitas. Acara ini juga akan menghadirkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sebagai keynote speaker.  Ridwan Kamil mengharapkan hasil pemikiran, ide, dan inovasi dalam konferensi ini dapat bermanfaat dan diimplemtasikan untuk pembangunan Jawa Barat. Selain itu akan hadir sebagai pembicara Dr. Jung Hoon Han (Department of City Planning, University of New South Wales); Prof. Lam Khee Poh (Department of Architecture, School of Design and Environment, National University of Singapore); Dr. Ravi Srinivasan (School of Construction Management, University of Florida); dan Prof. Yandi Andri Yatmo (Department of Architecture, Universitas Indonesia).

 

Selain plenary session yang diberikan oleh pembicara yang disebutkan sebelumnya,  acara ini juga dikemas dalam bentuk parallel session yang diikuti oleh 47 peserta melalui oral presentation dan 67 peserta melalui poster presentation. Dari 114 peserta yang naskahnya diterima untuk dipresentasikan, sebanyak 62 orang (54.39%) merupakan peneliti wanita, melampaui harapan USAID yang menargetkan 30% peserta adalah wanita.

 

Konferensi ini adalah bentuk keseriusan SMART CITY dalam menggali inovasi dalam sektor perencanaan dan pembangunan tata kota. Ada empat tema yang diteliti oleh SMART CITY yaitu energi dan lingkungan, infrastruktur, teknologi informasi komunikasi, dan kualitas hidup. Masing-masing tema memiliki topik sasaran. Pada tema energi dan lingkungan sasarannya adalah sistem energi dan berkelanjutan untuk lingkungan perkotaan. Sasaran tema infrastruktur adalah mobilitas perkotaan yang berkelanjutan. Sedangkan teknologi informasi dan komunikasi menyasar pada perluasan layanan kesehatan dari perkotaan ke daerah pedesaan. Tema kualitas hidup menyasar pada infrastruktur, kebijakan, dan teknologi perumahan perkotaan.

Kategori: Pembangunan dan Perencanaan Tata Kota