Detail Proyek Penelitian

Di bidang kesehatan, perempuan memiliki peran penting sejak dulu. Sebelum profesi dokter berkembang, perempuan aktif menjadi bidan, dukun, dan perawat. Saat ini di Universitas Padjadjaran (UNPAD) jumlah mahasiswa perempuan justru mendominasi Fakultas Kedokteran selama beberapa tahun terakhir.setelah lulus menjadi dokter pun mereka tidak hanya mengabdi menjadi dokter tetapi juga terjun ke dunia penelitian.  Dalam rangka Hari Kartini, Center of Collaborative Research on Acute Respiratory Infections (CCR ARI) mengupas peran perempuan dalam riset dan pendidikan kedokteran.

Acara bertajuk “Role of Women in Medical Research and Education” diadakan di Bandung pada Sabtu 21 April 2018. Narasumber yang dhadirkan adalah perempuan-perempuan yang telah mengabdikan dirinya di dunia pendidikan dan kedokteran selama puluhan tahun, antara lain prof. Armida S. Alisjahbana, S.E., M.A., Ph.D – Direktur SDGs Center Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Sri Rezeki Hadinegoro, dr., Sp.A(K) – Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), dan Prof. Yati Soenarto, dr., Sp.A(K), Ph.D – Dosen Kedokteran Anak Universitas Gadjah Mada (UGM). Acara juga dibuka oleh perbincangan hangat antara Dr. Keri Lestasri, M.Si, Apt. – Wakil Rektor Kerjasama UNPAD dengan Ir. Ira Nurhayati Djarot, M.Sc., Ph.D – Direktur Sistem Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) tentang posisi perempuan dalam riset di Indonesia.

Prof. Sri Rezeki sampaikan pesan untuk akademisi perempuan

Prof. Sri Rezeki dalam sesinya menyatakan kata “ibu” menjadi kunci peran perempuan dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, pelayanan, dan penelitian. Seperti halnya di UNPAD, Prof. Sri juga menampilkan jumlah mahasiswa perempuan yang semakin meningkat di Fakultas Kedokteran UI. “Tidak heran jika jumlah dokter perempuan juga meningkat, terutama dokter umum yang bekerja di Puskesmas,” ujarnya.

Topik ini juga dibahas oleh Prof. Cissy Kartasasmita, dr., M.Sc, Sp.A(K), Ph.D, - Direktur CCR ARI, Prof. Dr. Sri Hartini Kariadi, dr., Sp.PD-KEM – Guru Besar Fakultas Kedokteran UNPAD, dan Prof. Dr. Juke Roosjati Siregar, M.Pd, Psikolog - Guru Besar Psikologi Perkembangan Fakultas Psikologi Unpad. Masing-masing mengutarakan pendapatnya terkait materi yang disampaikan para panelis. Prof. Juke Roosjadi mengatakan bahwa posisi perempuan yang memilih berkecimpung di dunia riset dan kedokteran tidak bisa dilepaskan dari faktor keluarga. Adanya dorongan dan dukungan lingkungan yang mendorong suaitu individu untuk fokus berada di suatu jalur tidak bisa diukur dari gender semata, maka perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama.

Peserta dapat menuliskan pesannya

Tidak hanya berdiskusi acara ini juga menampilkan kompetisi presentasi dan poster penenelitian medis yang telah dilakukan. Ada 35 poster yang ditampilkan dan 5 abstrak untuk dipresentasikan. Dewan juri untuk penelitian ini antara lain Prof. Dr. Siti Aminah Abdurachman, dr., Sp.PD, KGEH, Prof. betty Hernowo, Sp.PA(K), Ph.D, Prof. Dr. Heda Melinda N., dr., Sp.Rad(K), M.Kes, Prof. Dr. Ristaniah D. Soetikno, dr., Sp. Rad(K),M.Kes, dan Prof. Rovina Ruslami, dr.,Sp.PD, Ph.D.

 

CCR ARI tantangani pernyataan dukungan terhadap partisipasi perempuan dalam riset

Untuk menunjukkan komitmennya, CCR ARI juga mengajak mitranya untuk menandatangani pernyataan yang mendorong dan mendukung partisipasi perempuan dalam kegiatan akademik dan riset di institusi masing-masing. Institusi yang dimaksud antara lain Universitas Padjadjaran sebagai pimpinan CCR ARI dan anggotanya yaitu Universitas Syiah Kuala, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mataram, dan Universitas Pattimura.

Kategori: Kesehatan Publik dan Penyakit Infeksi