Detail Proyek Penelitian

Tim Integrated Smart and Green Building (Insgreeb) dari Center for Development of Sustainable Region (CDSR) di bawah payung USAID SHERA mengadakan kunjungan ke SMKN 2 Pangkalpinang, Bangka. Kegiatan ini bertujuan untuk menginisiasi kerja sama dan melakukan pengukuran terkait kenyamanan termal penghuni bangunan di lingkungan sekolah.

Kunjungan pertama dilakukan pada Rabu (31/1/18) pukul 13.00 bertempat di kantor SMKN 2 Pangkalpinang. Dari pihak sekolah, pertemuan tersebut dipimpin oleh Zulkifli, S.Pd selaku Wakil Kepala Bidang Humas dan Industri diikuti oleh beberapa staf sekolah lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Insgreeb menyampaikan maksud kedatangannya secara langsung yaitu dalam program USAID SHERA untuk melakukan studi objektif dan subjektif mengenai kenyamanan lingkungan penghuni bangunan dalam kasus Sekolah. Tim peneliti ingin mendapatkan profil kenyamanan penghuni bangunan pendidikan di Indonesia dengan mengambil beberapa sampel di beberapa daerah seperti yang telah dilakukan di beberapa sekolah di Yogyakarta. Selain itu, Insgreeb juga hendak menggali potensi kerja sama yang mungkin muncul antara pihak SMK dengan UGM, termasuk diantaranya seminar motivasi tembus perguruan tinggi, informasi beasiswa hingga konsultasi mengenai bidang yang dikerjakan oleh para siswa/i SMK.

SMK 2 Pangkal Pinang

Menanggapi maksud tersebut, pihak sekolah menyambut dengan sangat baik dan terbuka terhadap apa yang direncanakan oleh tim Insgreeb. Pihak sekolah juga berharap bahwa data-data yang didapatkan selama kegiatan di SMK dapat diinformasikan kembali ke pihak sekolah agar dapat menjadi masukan positif bagi SMKN 2 dalam meningkatkan kualitas layanan proses belajar mengajar bagi murid dan guru.

Selanjutnya, tim Insgreeb ditemani oleh beberapa staf guru diantar berkeliling sekolah untuk menentukan kelas mana yang akan dijadikan sampel dari penelitian tersebut. Sebuah ruang kelas dijadikan salah satu sampel yang diambil datanya saat itu. Dipimpin oleh Faridah, M.Sc, para asisten peneliti melakukan pengambilan data subjektif dan pengukuran data lapangan meliputi kondisi termal (suhu dan kelembaban), pencahayaan dan kecepatan angin. Usai melakukan pengukuran lengkap, sebuah ruang kosong juga diukur nilai parameter-parameter objektifnya sebagai sebuah ruang ideal tanpa penghuni.

SMKN 2 Pangkalpinang merupakan sekolah dengan pembangunan ruang yang terpadu di mana ruang kelas, bengkel dan fasilitas insfrastruktur lainnya berada di satu lokasi. Sekolah ini menjadi studi kasus yang unik karena banyak memanfaatkan pencahayaan alami, hanya pada kondisi sangat mendung lampu dinyalakan. Selain itu, tidak ada kelas yang terpasang AC. Kondisi angin yang cukup cepat memungkinkan sirkulasi udara yang juga terjadi cepat sehingga kelas tidak pengap. Kondisi-kondisi inilah yang menjadi ketertarikan peneliti untuk melakukan studi di SMKN 2 Pangkalpinang.

SMK2N 2 Pangkal Pinang

Di hari kedua, yaitu Kamis (1/2/18), tim Insgreeb kembali ke SMKN 2 Pangkalpinang dengan 2 rencana aktivitas yaitu mini seminar dan pengukuran lapangan yang kedua. Mini seminar diikuti oleh 100 murid SMKN 2 Pangkalpinang, beberapa staf guru dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung yaitu Warih Sunanda, M.Eng. Acara terdiri dari 2 sesi yaitu seminar mengenai Green and Smart Building oleh koordinator utama Insgreeb yaitu Sentagi S Utami, Ph.D. Dalam materinya, Sentagi memaparkan mengenai penjelasan Green dan Smart Building mulai dari penerapan passive design hingga active design. Sentagi juga menyampaikan bahwa banyak sekali kebutuhan-kebutuhan yang terkait dengan bidang-bidang di SMK dalam upaya implementasi bangunan pintar dan hijau. “Ini bisa menjadi peluang kerja dan berkarya anda di masa depan”, jelasnya. Memang, penerapan teknologi misalnya seperti Energy Monitoring System melibatkan lintas keilmuan yang didapat di SMK seperti jurusan Teknik Komputer Jaringan dan Elektronika Instrumentasi. Atau desain pasif pada bangunan yang sangat terkait dengan bidang Teknik Bangunan. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin bahwa pengetahuan mengenai perkembangan Building System saat ini bagi siswa/i SMK akan sangat berguna dalam membuka pandangan mereka terhadap peluang kerja yang lebih luas.

Di sesi kedua, motivasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi disampaikan oleh Randy Frans Fela, S.T. Hal ini bertujuan untuk membuka wawasan bagi murid SMK bahwa kemungkinan melanjutkan pendidikan ke PT sangat terbuka lebar. Randy, yang merupakan alumni SMK Jurusan Teknik Mekanik Otomotif telah membuktikannya. Dalam materinya, ia menyampaikan 8 prinsip yang perlu dipegang saat memiliki mimpi sekolah setinggi-tingginya. Tidak perlu takut tidak mampu karena keterbatasan biaya dan sebagainya. Selama tekad itu ada, jalan pasti terbuka. Ia juga memberi informasi bahwa saat ini di UGM saja terdapat 168 donatur beasiswa  dengan nominal Rp. 98.553.410.932 untuk 15.456 mahasiswa. “Pastikan satu di antara penerima itu adalah kamu!”, tegasnya. Dalam sesi ini para murid terlihat antusias mendengarkan. Banyak juga diantara mereka yang mengangkat tangan ketika ditanya siapa yang ingin melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Sebagai sesama alumni SMK dan selalu menempuh studinya dengan bekal beasiswa, Randy berharap para murid SMK tidak pernah putus asa untuk meraih mimpinya, apalagi hanya terbentur masalah dana. Ia juga menginginkan agar semakin banyak siswa/i SMK yang berani bermimpi dan mampu sekolah tinggi.

Acara seminar pun berakhir dengan sesi foto bersama bertepatan dengan selesainya kegiatan pengukuran oleh tim lainnya. Sejumlah 3 kelas telah diukur kondisi lingkungannya dan terkumpul sebanyak 101 data subjektif (kuesioner). Di akhir kegiatan, dipimpin oleh Drs. Yulizarman, M.T selaku Kepala Sekolah SMKN 2 Pangkalpinang, tim Insgreeb pun berpamitan. Kedua pihak sepakat untuk meneruskan silaturahmi untuk berbagi informasi dan hasil analisis penelitian.

Kategori: Lingkungan, Energi, & Ilmu Kemaritiman