Smart Electricity Grid: Investasi Kita untuk Kota

Mungkin telah akrab di telinga kita mengenai smart governance, smart technology, smart energy, smart citizen, smart planning, smart building, smart mobility, smart healthcare, smart infrastructure, dan berbagai sebutan “smart” lainnya, sebagai atribut-atribut yang melekat pada eksistensi kota pintar, kota cerdas, atau “smart city”. Di antara berbagai aspek penentu kesejahteraan hidup di kota, energi dan kelistrikan memegang peranan penting. Oleh karena itu, Pusat Kolaborasi Riset SMART CITY dalam proyek USAID SHERA bekerja sama dengan Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTE FTUI) dan PT PLN DISJAYA menyelenggarakan “Electric Power and Energy Studies (EPES) Seminar Series” pada hari Selasa, tanggal 25 September 2018 lalu di Chevron Room, FTUI, Depok, Jawa Barat, Indonesia.

Ini merupakan seminar EPES yang kelima kalinya diselenggarakan, dengan topik mengenai aspek ketenagalistrikan dan jaringan cerdas untuk kota pintar dan megapolitan. Acara berlangsung selama dua jam, dari pukul 10.00 - 12.00 WIB, dengan pembicara Prof. Iwa Garniwa, Ketua EPES DTE FTUI dan Ir. M. Ikhsan Asaad, General Manager PT PLN DISJAYA. Seminar dimoderasi oleh Ir. Chairul Hudaya, ST., M.Eng., Ph.D., IPM., Manajer Keuangan SMART CITY UI yang juga Kepala Kelompok Riset Electric Power and Energy Materials di bawah EPES DTE FTUI.

EPES UI

Gambar 1. Ir. Ikhsan Asaad, General Manager PT. PLN DISJAYA berbicara mengenai tantangan dan peluang ketenagalistrikan kota megapolitan. 

Prof. Iwa Garniwa membuka seminar dengan menjelaskan tujuan smart city untuk menjawab kebutuhan akan efisiensi infrastruktur lama dan baru, menjamin adanya keberlanjutan (sustainability), dan meningkatkan harkat hidup manusia. Dalam segmentasi pasar smart city, pangsa pasar smart energy menempati posisi kedua terbesar, yang berarti sangat potensial untuk menambah pendapatan masyarakat di masa depan. Kemudian beliau memperkenalkan Smart Energy System yang terdiri dari tiga grid infrastruktur, salah satunya adalah Smart Electricity Grids. Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan pembangkit listrik alternatif yang mampu beradaptasi dengan kondisi di Indonesia. Selain pembangkit listrik alternatif, Prof. Iwa Garniwa juga membahas tentang perubahan sistem lama ke sistem baru yang mendukung smart energy, dengan membuat agenda-agenda yang mampu mendukung perubahan sistem yang sudah ada.

 

Ir. Ikhsan Asaad melanjutkan seminar dengan menjelaskan kondisi kelistrikan yang ditangani oleh PT PLN DISJAYA dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, PT PLN DISJAYA memiliki agenda tahunan 2018 - 2021 untuk Jakarta dapat mencapai sistem smart grid di tahun 2021. Agenda ini bersinergi dengan topik Smart Electricity Grids yang dibahas oleh Prof. Iwa Garniwa. Aplikasi smart grid dan baterai (electrivity storage), rekonfigurasi jaringan listrik, terutama direncanakan untuk Kabupaten Kepulauan Seribu. Menurut beliau, inovasi harus terus dilakukan agar kebutuhan listrik dapat dipenuhi dengan tetap mempertahankan kestabilan tarifnya. “Salah satu indikator sebuah negara dikatakan layak dan memancing banyaknya investasi masuk adalah karena ketersediaan listrik yang cukup dan kemudahan untuk mendapatkannya,” tambah beliau. PLN membutuhkan peran peneliti Universitas Indonesia untuk melakukan studi terkait, dan beliau berharap perjanjian kerja sama antara PLN dengan UI dapat segera ditindak lanjut dan terlaksana.

UI EPESGambar 2. Mahasiswa doktoral DTE FTUI sekaligus peneliti SMART CITY, Yoyok Dwi Setyo Pambudi, ST.,MT. menerima doorprize dari PT PLN DISJAYA.

Kesimpulan dari seminar EPES ini adalah bahwa perwujudan strategi-strategi kota cerdas akan memberikan dampak ekonomis dan dalam prosesnya saling terkait dengan berbagai bidang, tidak dapat berdiri sendiri. Khususnya agar DKI Jakarta dapat mencapai Smart Electricity Grids, diperlukan kerja sama antara institusi pendidikan, PT PLN DISJAYA, dan pemerintah daerah. Instansi pendidikan mampu memberikan masukan berupa inovasi teknologi terapan yang dapat diaplikasikan, PT PLN DISJAYA dapat membantu penerapan inovasi teknologi dengan berinvestasi di dalam pengembangan teknologi listrik, dan pemerintah daerah berperan dalam mengkoordinir kerja sama di antar pihak.

Tayangan seminar selengkapnya bisa dilihat pada tautan: bit.ly/EPESlive

Kategori: Sektor Privat