CCRARI Latih Tenaga Medis di RSUD Haulussy

Mengadakan penelitian medis yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat harus melewati proses dan prosedur yang panjang. Center for Collaborative Research on Acute Respiratory Infections Diseases (CCR ARI) fokus pada studi infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang menjadi keluhan tertinggi pasien di puskesmas Indonesia. CCRARI bekerja sama dengan dengan Universitas Pattimura dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy melakukan pengambilan data di wilayah Ambon. Pengambilan data ini dilakukan mulai Juli 2018 hingga Desember 2020.

CCRARI AmbonGambar 1. Tim CCRARI Universitas Padjadjaran dan Universitas Pattimura di RSUD Haulussy

Tim Universitas Padjadjaran (UNPAD) sebagai koordinator, memberikan pelatihan protokol kepada dokter lapangan dan tenaga kesehatan di RSUD Haulussy. CCRARI juga memberikan alat-alat penunjang untuk RSUD Haulussy, termasuk digital flat scale, alat pengukur bayi, timbangan skala bayi, dan stadiometer. Dokter di lapangan juga diajarkan secara langsung teknik pengambilan specimen hingga penangan pasien yang harus diukur dan dilaporkan melalui aplikasi. Aplikasi ini akan diakses secara langsung oleh peneliti di rumah sakit pendidikan UNPAD, Bandung untuk dianalisis.

Gambar 2. Data pasien dimasukkan ke dalam aplikasi

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran UNPATTI, Dr. dr. Bertha Que, Sp.S.,M.Kes. mengatakan bahwa bergabungnya UNPATTI dalam penelitian ini bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas akademisi dan dokter di RSUD Haulussy. Penting bagi UNPATTI untuk menigkatkan kualitas dokter di lapangan karena mereka melayani daerah kepulauan yang sulit dijangkau dan terbatas askes menuju puskesmas. “Kasus ISPA banyak ditemukan di pedesaan kami, dengan penelitian ini anak-anak kami dapat terlibat untuk mencari penanganan terbaik dalam kasus ini,” ujar Dr. Bertha. Di masa depan, UNPATTI merencanakan untuk mengaplikasikan temuan penelitian ini di desa binaan mereka termasuk mengedukasi masyarakat sebagai tindakan preventif.

CCRARI AmbonGambar 3. Pelatihan protokol guna mempersiapkan dokter lapangan di Ambon

Direktur CCRARI, Prof. Cissy Kartasasmita menaruh harapan yang besar bagi para tenaga medis, dosen, serta pasien yang terlibat dalam penelitian ini. “Penelitian ini merupakan bentuk usaha untuk memperluas jangkauan studi terhadap penanganan infeksi saluran pernafasan, terutama terhadap anak-anak, ibu hami, dan lansia,” jelasnya. Selain Ambon, CCRARI juga melakukan pengambilan data berbagai rumah sakit di Bandung, Aceh, dan Banjarmasin.

Kategori: Institusi Pendidikan