SMART CITY adakan Lokarkarya Manajemen dan Monitoring bersama Mitra

SMART CITY (Scientific Modeling, Application, Research, and Training for City-centered Innovation and Technology) Center for Collaborative Research baru saja menyelenggarakan Lokakarya Manajemen dan Monev Kemitraan pertamanya dalam proyek Sustainable Higher Education Research Alliances (SHERA) yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID). Acara tersebut berlangsung di Bali selama 2 hari pada hari Kamis sampai Jumat, tanggal 23 – 24 Agustus 2018. Hari pertama bertempat di Jimbar Ballroom, Swiss-belresort Watu Jimbar, Sanur dengan dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi Universitas Indonesia sebagai pemimpin dalam proyek SMART CITY. “Harapan kami melalui proyek ini dapat mempercepat Universitas Udayana untuk bertransformasi sebagai universitas riset yang berskala internasional,” tegas Prof. Antara. Sebagai langkah nyata atas pernyataannya, saat ini di Universitas Udayana telah dibentuk empat klaster riset untuk berfokus sesuai empat tema Kolaborasi Riset SMART CITY, yakni Energi dan Lingkungan, Infrastruktur, Teknologi Informasi dan Komunikasi + Mobilitas, dan Kualitas Hidup. Klaster-klaster tersebut diperkuat dengan adanya Surat Keputusan Rektor Universitas Udayana sebagai Pusat Kajian SMART CITY di Udayana. Sebagai penunjang, para peneliti difasilitasi dengan ruangan kantor yang bertempat di lantai 2 Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran.

Gambar 1 Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng memberikan sambutan

Para hadirin acara yaitu segenap tim dari masing-masing anggota konsorsium Kolaborasi Riset SMART CITY yang terdiri dari Universitas Indonesia, Universitas Udayana, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, dan Universitas Udayana.  Tim terdiri dari masing-masing Manajer Kemitraan, Manajer Keuangan, Spesialis Monev, Ketua/Staf lembaga penelitian, dan penanggung jawab klaster riset di masing-masing institusi, total berjumlah 33 orang. Masing-masing universitas mempresentasikan kebijakan, sistem, dan manajemen risetnya. Dari berbagai cara pengelolaan riset, banyak pembelajaran menarik yang dapat dipetik dan didiskusikan untuk saling menguatkan konsep setiap institusi. Pada aspek Monitoring, Evaluation, and Learning (MEL), Spesialis Monev SMART CITY Universitas Indonesia mentransfer pengetahun mengenai komponen-komponen, indikator kinerja, dan format laporan yang berlaku dalam proyek SHERA.

   

Gambar 2 Suasana Universitas Mitra CCR SMART CITY saat Mempresentasikan Kebijakan, Sistem, dan Manajemen Riset

Gambar 3 Sesi Foto Bersama dengan Peserta Lokakarya Manajemen dan MONEV Kemitraan SMART CITY 2018

Acara hari kedua bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Udayana. Pada kesempatan ini juga dipresentasikan laporan perkembangan persiapan konferensi internasional yang diorganisasi oleh Universitas Padjadjaran pada 25 – 26 Oktober 2018 mendatang di Bandung. Panitia menargetkan terkumpulnya delapan puluh artikel untuk dipublikasikan di prosiding IOP yang terindeks Scopus.

Sebagai kesimpulan, beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu, bagaimana agar klaster-klaster riset SMART CITY yang telah dibentuk dapat terjaga keberlanjutannya, bahkan setelah proyek SHERA berakhir pada tahun 2021 nanti. Titik perhatian lainnya yaitu harapan adanya hilirisasi dari produk riset yang dihasilkan, serta strategi agar kelima anggota kemitraan ini dapat bekerja sama dalam kesatuan riset. Sebagai tindak lanjut yang perlu dilakukan dalam waktu dekat adalah agar setiap mitra memfinalisasikan Prosedur Operasional Baku (POB) dan dilaporkan kepada pihak Universitas Indonesia. Acara ditutup dengan kunjungan ke kantor LPPM Universitas Udayana dan kantor SMART CITY di kampus tersebut.

 

Kategori: Institusi Pendidikan