Detail Praktik Baik

Center for Development of Sustainable Region (CDSR) fokus pada kompleksitas pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia. Tim penelitian CDSR telah melakukan studi pengembangan matrik energi yang mengedepankan dampak terhadap masyarakat yang menggunakannya dilihat dari kemampuan teknis, ekonomi, lingkungan, sosial, dan organisasi. Melalui program USAID SHERA, CDSR melakukan studi ini di Karimun Jawa dan Gorontalo. Model yang sama diadopsi kembali  oleh Small Grant Program (SGP) yang didanai oleh United Nations Development Programme (UNDP) untuk dilanjutkan ke berbagai wilayah lain di Indonesia. 

biogasBiogas digester di Desa Dumati 

Instalasi teknologi energi berkelanjutan tidak semerta-merta menyelesaikan masalah energi di daerah terpencil Indonesia. Banyak pendekatan dan alat yang akhirnya tidak digunakan oleh masyarakat secara berkelanjutan. Berawal dari masalah ini, CDSR Bersama tim peneliti yang dipimpin oleh Dintani Y.N. Noorzakiah, S.T.,M.Sc. melakukan studi untuk mengukur efektifitas energi terbarukan yang disebut dengan “sustainability design for renewable energy”. Tim melakukan penelitian di Karimun Jawa dan Gorontalo. 

 

Penelitian di Karimun Jawa melihat keberlanjutan dari panel listrik tenaga matahari dan instalasi biogas. Hasilnya memperlihatkan bagaimana perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan penggunaan sumber energi terbarukan dalam masyarakat, terutama untuk kegiatan rumah tangga dan memasak. Perempuan menjadi pembuat keputusan karena laki-laki yang mayoritas berprofesi sebagai nelayann jarang berada di rumah untuk mencari ikan.  Sayangnya, perempuan tidak terlalu dilibatkan dalam pemeliharaan panel surya dan biogas. Hal ini mengakibatkan panel surya di Karimun Jawa banyak mengalami kerusakan tanpa ada usaha perbaikan dari masyarakat setempat. “Ketika membicarakan enegi terbarukan, tidak bisa berdiri sendiri, harus melibatkan multi-disiplin dan multi sector yang terkait pada ragam aspek pendukung keberlanjutan energi yang terbarukan,” ujar Dinanti. Maka, keberlanjutan instalasi energi alternative ini tidak hanya dilihat dari ketersediaan teknis tapi juga ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Sedangkan penelitian di Gorontalo focus mengkaji keberlanjutan biogas dari aspek sosial dan ekonomi di Desa Dumati dan Tanjung Harapan di Gorontalo. Instalasi biogas memberikan manfaat masyarakat. Masyarakat bisa beralih dari sumber energi fosil ke biogas. Selain itu, pengguna biogas memberikan nilai tambah yaitu pemanfaatan limbah biogas berupa “sludge” untuk pupuk organik.

Hasil penelitian di lokasi-lokasi tersebut menunjukkan ada kendala yang dihadapi dalam pengembangan energi alternatif yang berkelanjutan. Dari aspek teknis tidak adanya water trap dalam biogas sistem, kualitas biogas holder yang kurang bagus, dan tidak adanya suku cadang peralatan biogas menjadi penghambat implementasi biogas. Dalam hal ini rantai suplai suku cadang peralatan biogas perlu dipertimbangkan sebelum biogas terinstal. Tim manajemen perlu memikirkan ketersediaan dan kemudahan mendapatkan suku cadang.

Kendala dari aspek sosial pengembangan biogas adalah masih tergantungnya pengguna biogas pada operator. Hasil interview dengan Kepala Desa mengungkapkan bahwa pelatihan operasional biogas hanya diberikan kepada operator saja. Saat operator berpindah tugas dinas, tugas teknis di wilayah asal tidak ada yang menggantikan. Selain itu wanita yang justru sebagai pengguna langsung biogas juga tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan biogas bahkan operasional biogas. Hal ini menunjukkan manajemen yang kurang baik. Tata kelola biogas yang baik perlu melibatkan kontribusi banyak pihak termasuk pengguna biogas terutama wanita. Transfer teknologi dan operasional tidak hanya diberikan pada operator tetapi juga kepada wanita sebagai pengguna biogas sejak saat sosialisasi. Wanita juga perlu dilibatkan baik dalam operasional maupun manajemen biogas.

limbah

Pengelolaan limbah sludge 

Hasil analisis riset juga menunjukkan kegiatan produktif masyarakat juga bisa mendorong keberlanjutan biogas. Seperti di Desa Dumati, biogas tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tetapi juga untuk kegiatan industri lokal. Biogas di Desa Dumati dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak pia jagung. Melalui kegiatan produktif dengan melibatkan dan memberdayakan wanita dengan memanfaatkan biogas bisa mendorong keberlanjutan implementasi biogas di Gorontalo.

UNDP mengajak CDSR untuk bekerjasama dalam penelitian dengan metode yang sama di berbagai wilayah lain di Indonesia, termasuk Desa Saritani – Gorontalo, Desa Tamalia Utara – Gorontalo, Desa Juria – Gorontalo, Desa Pajam – Wakatobi, dan Nusa Penida, Bali. Tim peneliti yang sama akan bekerja lewat Small Grant Program (SGP) dan mendapat dana riset sebesar 200.000 USD selama 10 bulan.

 

 

 

Kategori: Lingkungan, Energi, & Ilmu Kemaritiman