Detail Praktik Baik

Cara Uji Klinis yang Baik / Good Clinical Practice (GCP) adalah pelatihan terstandarisasi yang disediakan untuk individu-individu yang berperan sebagai pemeriksa/investigator, terutama yang melibatkan manusia sebagai subjek sebagaimana yang ditetapkan oleh International Conference on Harmonisation. Sebagai bukti dari kompetensi dalam perencanaan, pelaksanaan, pencatatan, dan pelaporan uji klinis maka akan diberikan sertifikat resmi. Oleh karena itu, pelatihan GCP biasanya dilakukan oleh institusi yang memiliki reputasi sesuai sertifikat yang dikeluarkan. Universitas Padjadjaran, sebagai pimpinan CCR ARI, bekerja sama dengan Prodia CRO, sebagai institusi yang berwenang mengeluarkan sertifikat dan melakukan pelatihan GCP dan diakui oleh The Indonesian Association for The Study of Medicinals sebagai asosiasi investigator uji klinis di Indonesia.

Pelatihan selama dua hari ini dilaksanakan dalam bentuk workshop yang dikombinasikan dengan materi dan praktek di kelas Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung pada 31 Juli hinggga 1 Agustus 2017. Ada 40 peserta yang berpartisipasi, termasuk 7 akademisi dari universitas mitra ( 2 masing-masing dari Aceh, Banjarmasin, dan Mataram serta 1 dari Ambon). Tiga pembicara memberitakan materi dalam pelatihan ini adalah Prof. DR. Dr. Rianto Setiabudy, Sp.FK(K) , DR. Ida Pulina Sormin, MSi., Apt., dan Dr. Heru Tonang. Peserta dievaluasi berdasarkan kehadiran dan kemampuan dalam menguasai materi pelatihan, seperti yang ditunjukkan dalan hasil ujian paska pelatihan. Seritifikan keikutsertaan akan diberikan kepada peserta yang sepenuhnya menghadiri pelatiahan. Sedangkan sertifikat kompetensi diberikan kepada peserta yang mendapatkan nilai setidaknya 80% pada ujian paska pelatihan (diberikan satu kesempatan ujian ulang kepada mereka yang gagal di ujian pertama).

Pelatihan berjalan dengan sukses sesuai perencanaan. Total 40 peserta yang hadir dan berhasil menyelesaikan pelatihan selama dua hari, termasuk 7 akademisi dari universitas mitra. Ada sedikit perubahan dengan penambahan pembicara yaitu Dr. Keri Lestasri dari Universitas Padjadjaran yang memberikan materi tentang tanggung jawab investigator. Namun, perubahan ini tidak merubah isi pelatihan.

Kategori: Kesehatan Publik dan Penyakit Infeksi