Detail Berita dan Peristiwa

SMART CITY mengadakan Research Design & Methods Short Course yang ke-2 pada 20-23 MAret 2019 sebagai bagian dari kegiatan Sustainable Higher Education Research Alliances (SHERA) yang didukung oleh USAID Indonesia. acara ini diikuti oleh berbagai peneliti dari universitas mitra termasuk Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, dan Universitas Udayana. Acara ini memfasilitasi para peneliti dari berbagai latar belakang mulai dari anggota fakultas junior, mahasiswa doctoral, hingga asisten professor. Total ada 66 peserta dari Universitas Sriwijaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Universitas Udayana, Universitas Teknologi Sumbawa, Universitas Persatuan Guru 1945 NTT, hingga universitas PGRI seperti STKIP-PGRI Lubuklinggau dan STKIP-PGRI Banjarmasin.

 

Acara yang diselenggarakan selama empat hari ini dibuka oleh direktur SMART CITY, Prof. Heri Hermansyah, Direktur USAID SHERA, Prima Setiawan, serta perwakilan universitas mitra seperti Prof. I Nyoman Gde Antara dari Universitas Udayana dan Prof. Muhammad Said dari Universitas Sriwijaya. “Diharapkan dengan pelatihan ini, dapat mendorong para peneliti untuk mendapatkan hibah penelitian dan berjejaring dengan peneliti lainnya dari seluruh Indonesia,”ujar Prof. Hermansyah. SMART CITY juga mendapat kunjungan dari Direktur Sumber Daya Manusia dan Kemitraan USAID Indonesia, Thomas Crehan pada hari ketiga.  

smart city

(Kiri ke Kanan) Jalu Cahyanto - USAID Indonesia, Prof. Heri Hermansyah - SMART CITY, Thomas Crehan - USAID Indonesia, Ahmad Gamal - SMART CITY, dan Deden Rukmana - Alabama A&M. 

 

Pada sesi pertama, para peneliti dibagi menjadi sepuluk kelompok dan dipertemukan dengan sepuluh peneliti senior yang akan menjadi mentor. Para mentor tersebut adalah Marc Doussard, Ph.D dan Andrew Greenlee, Ph.D (University of Illinois at Urbana-Champaign), Sheila J. Bosch Ph.D, Mark Russell Ph.D, Ravi Srinivasan, Ph.D, dan Jorge Ruiz-Menjivar Ph.D (University of Florida), Shinaz Jindani Ph.D (Savannah State University), Deden Rukmana Ph.D dan Jacob Oluwoye Ph.D (Alabama A&M University), and Nasruddin, Ph.D (Universitas Indonesia). Peserta diberikan waktu untuk berdiskusi dan mengkonsultasikan proposal penelitian mereka. Para mentor memberikan masukan dari segi substasi dan strategi agar penelitian tersebut bisa mendapatkan pendanaan. 

 

Selain berdiskusi, para mentor juga memberikan materi dalam beberapa presentasi. Marc Doussard menceritakan bagaimana membuat desain penelitian,  Andrew Greenlee memberikan materi praktek desain riset , Deden Rukmana dan Jacob Oluwoye memberikan materi mengembangan protocol riset, Ravi Srinivasan, Ph.D tentang manajemen projek riset, dan Sheila J. Bosch, Ph.D memberikan materi tentang diseminasi temuan riset. 

deden rukmana

Deden Rukmana, Ketua Ilmuwan Indonesia Internasional, menjadi salah satu mentor penelitian SMART CITY

 

Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan revisi proposal penelitian mereka dan mempresentasikannya kepada para mentor dan tim SMART CITY. Peserta yang tertarik memasukkan proposalnya ke dalam program SMART CITY Research Fellowship akan diberikan bimbingan lebih lanjut oleh tim SMART CITY untuk dipertemukan dengan kolabolator yang potensial. Di akhir acara, partisipan diharapkan dalam mengimplementasikan pengetahuannya dan masukan dari para mentor dan peneliti sejawat. Mereka juga diharapkan bisa meningkat kualitas proposal penelitiannya untuk mendapatkan pendanaan di masa yang akan datang. 

Kategori: Pembangunan dan Perencanaan Tata Kota

Komentar
Leave a Comment