Detail Berita dan Peristiwa

Pendidikan tinggi untuk perempuan bukan hanya akan meningkatkan kualitas dirinya, tapi juga untuk menebarkan kebaikan kepada lingkungan sekitar “ - Ir. Nada Darmiyanti S., M.Phil., Kepala Biro Kerja Sama & Komunikasi Publik Kemenristekdikti.

Mimpi Kartini akan hak perempuan dalam mengeyam pendidikan dijawab oleh ribuan perempuan yang kini terdaftar sebagai peneliti di Indonesia. Jumlah ini adalah 30% dari total peneliti di Indonesia. Tidak hanya menjadi peneliti, perempuan juga telah mencapai posisi tinggi di bidang riset dan pendidikan, seperti menjadi Direktur bahkan Rektor.

Prof. Cissy Kartasasmita

Prof. Dr. dr. Cissy Kartasasmita, Sp.A. (K), M.Sc. adalah salah satu contohnya. Beliau adalah Direktur Pusat Kolaborasi Penelitian USAID SHERA yang bernama Consortium of Collaboration Research of Respiratory Infectious Disease Study & Prevention (CCRRISPR). “Selama ini dikatakan perempuan kalah dalam penelitian karena kesempatannya, tapi dalam perjalanan membangun CCR ini saya justru bertemu dengan banyak peneliti perempuan yang ingin terlibat,” ujarnya. Riset yang dilakukan CCRRISPR sangat dekat dengan dunia perempuan karena meneliti penyakit pernafasan yang sering menjangkiti anak-anak dan ibu hamil.

Nada Marsudi

Ir. Nada Darmiyanti S., M.Phil. Kepala KSKP Kemristekdikti yang sebelumnya adalah peneliti bioteknologi mengatakan peneliti perempuan harus memiliki kepercayaan diri dan konsistensi. “Tidak boleh takut bersaing, banyak perempuan Indonesia yang menang dalam kompetisi ilmiah internasional,” tambahnya. Nada juga menambahkan perempuan tidak boleh takut mengenyam pendidikan tinggi. “Tidak hanya perempuan yang bekerja di bidang riset dan teknologi, perempuan tetap harus berpendidikan karena mereka yang akan membangun keluarga dan lingkungannya. Pendidikan tidak hanya akan meningkatkan kualitas diri tapi juga menebarkan kebaikan kepada lingkungan sekitar”, jelasnya.

 

Kategori: Kesehatan Publik dan Penyakit Infeksi

Komentar
Leave a Comment