Detail Berita dan Peristiwa

Pulau Semujur merupakan salah satu pulau kecil di Indonesia yang menderita krisis listrik . Pulau yang terletak di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung ini memiliki 74 penduduk yang berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Ketersedian energi listrik di pulau ini sangat minim. Satu rumah (pondok) hanya memiliki satu buah lampu yang hanya bisa dinyalakan pada malam hari. Minimnya energi listrik menyebabkan aktivitas warga semakin terbatas. 

Center for Development of Sustainable Region (CDSR) adalah pusat penelitian kolaborasi USAID SHERA yang fokus akan penelitian energi, lingkungan, dan maritim dipimpin oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). CDSR menggandeng Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk mengembangkan ganggang mikro yang didukung oleh Pembangkit LIstrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. CDSR melakukan replikasi budidaya ganggang mikro sebagaimana yang telah dikembangkan di Nogotirto, Yogyakarta. 

Wadah untuk menampung air hujan untuk pengairan

Pada awalnya para peneliti UBB menjadikan Pulau Semujur sebagai lokasi penelitian pengembangan PLTS untuk memenuhi kebutuhan listrik warga setempat. Dalam perkembangannya, muncul kebutuhan untuk turut memajukan kesejahteraan penduduk pulau dengan budidaya ganggang mikro. Jenis ganggang mikro yang akan dikembangkan adalah spirulina. Spirulina memiliki tiga keunggulan utama, yaitu kandungan anti oksidan tinggi, kandungan lipid tinggi, memiliki beragam manfaat, dan memiliki daya tahan yang tinggi jika dibandingkan dengan ganggang mikro lainnya. 

Menurut Eva Utami, salah satu peneliti CDSR, pelaksanaan budidaya ganggang mikro di Pulai Semujur memiliki beberapa tantangan. Salah satunya adalah perlunya tenaga listrik untuh pencahayaan dan pemberian oksigen (aerasi). Dengan demikian pengembangan PLTS mutlak diperlukan. “penelitian terkait PLTS ini masih akan terus dikembangkan, baik untuk sistem proteksinya maupun kombinasinya dengan tenaga angina,” ujar Muhammad Yonggi, peneliti CDSR di bidang teknik tenaga listrik. Menurut Robby Gusmahardika, ahli ekstrasi algae dari CDSR, masyarakat Pulau Semujur akan terlibat dalam pengelolaan budidaya spirulina tersebut. Termasuk pengolahan ekstraksi spirulina menjadi produk komersil seperti sabun dan pakan ikan. 

Melalui USAID SHERA, peneliti dari berbagai latar belakang bisa berkumpul dalam CDSR untuk berkolaborasi dalam skala nasional dan internasional dalam pengembangan ganggang mikro dan PLTS pulau ini. “Jejaring saya setelah tergabung dalam CDSR menjadi semakin luas dan ternyata saya turut dapat mengharumkan nama kampus dan membangun kesempatan publikasi riset di jurnal bereputasi internasional,” tandas Herman Aldina, peneliti CDSR. 

Kategori: Lingkungan, Energi, & Ilmu Kemaritiman

Komentar
Leave a Comment