Detail Berita dan Peristiwa

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., berkunjung ke MIT (Massachusetts Institute of Technology) pada hari Kamis, 24 Mei 2018 dalam rangka membangun kerja sama riset dengan universitas terkemuka di dunia. Seperti diketahui, MIT adalah kiblat dari perkembangan teknologi dan selalu menempati nomor papan atas dalam peringkat universitas di dunia. Dalam kunjungan ke MIT ini, Prof Nasir juga bertemu dengan pimpinan universitas dan melaksanakan serah terima dokumen perjanjian kerja sama antara ITB dan MIT sebagai bagian dari program kolaborasi riset National Center for Sustainable Transportation Technology (NCSTT) yang disponsori oleh USAID melalui program Sustainable Hire Education and Research Alliance (SHERA). Menristek diterima langsung oleh Prof. William Grimson (Chancellor for Academic Advancement). Dalam kunjungan ini Menristekdikti ditemani oleh Prof. Dr. Ainun Na'im (Sekjen Kemenristekdikti), Dr. Muhammad Dimyati (Dirjen Risbang), Nada Marsudi MSc, (Kadiv Humas), Bhimo Andoko SH., MH. (Asisten Atdikbud), dan Dr. Poetro Sambegoro (ITB).

 

Selain agenda utama bertemu dengan pimpinan universitas, delegasi mendapat kehormatan untuk dapat mengunjungi dan mendengarkan penjelasan tentang Kerja Sama Internasional, dari Office of International Activities , mengunjungi dan mendapat penjelasan tentang MIT Media Lab, dan  Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL), paparan kerja sama dari Department of Mechanical Engineering dengan ITB, serta paparan riset dari J-PAL Southeast Asia Presentation

Menristek in MIT

 

Dalam kesempatan ini, Menteri melaksanakan serah terima dokumen perjanjian kerja sama antara ITB dan MIT, sebagai bagian dari program kolaborasi riset National Center for Sustainable Transportation Technology (NCSTT) yang didukung oleh USAID Indonesia melalui program Sustainable Higher Education and Research Alliance (SHERA), dan dikelola oleh Institute of International Education (IIE).

 

NCSTT, sebagai Pusat Unggulan Iptek melibatkan 7 universitas nasional (ITB sebagai pimpinan, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Sam Ratulangi), serta mengandeng MIT melakukan kerja sama riset melalui Impact and Crashworthiness Laboratory di bawah pimpinan Prof. Tomasz Wierzbicki.  Kerjasama ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas riset di Indonesia terutama dalam bidang pengembangan sistem trasportasi berkelanjutan, seperti mobil listrik. Seperti diketahui, MIT telah menghasilkan paten baterai berbasis lithium yang telah digunakan untuk produk industri otomotif dan telekomunikasi. Dengan kerjasama riset berbasis baterai ini dan kendaraan listrik ini diharapkan akan terjadi percepatan implementasi teknologi kendaraan listrik di Indonesia.

Kategori: Teknologi Inovasi

Komentar
Leave a Comment