Detail Berita dan Peristiwa

Tim yang beranggotakan peneliti-peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan University of Rhode Island (URI) ambil bagian dalam penelitian kolaborasi antara Indonesia dan Amerika Serikat yang betujuan meningkatkan swasembada dan ketahanan pangan yang didukung oleh pengembangan bioteknologi ternak dan konservasi terumbu karang serta perikanan di Indonesia. Mereka merupakan bagian dari Animal Biotechnology and Coral Reef Fisheries (ANBIOCORE). Tim ANBIOCORE menuju bagian Timur Indonesia, Kepulauan Raja Ampat, untuk menginvestigasi dampak dari pengambilan ikan secara komersil dan berbagai strategi pengelolaan yang digunakan oleh masyarakat lokal untuk mendukung biodiversifikasi spesies. Mereka juga mengidentifikasi kunci komponen dari rantai makanan yang dapat mendukung spesies-spesies penting untuk kelangsungan terumbu karang.

Dr. Hawis Madduppa

Survei dilakukan di Selat Dampier, yang memiliki berbagai zona pengelolaan, termasuk pariwisata, zona utama, perairan terbuka, dan hukum adat. “Kami mencari diversitas ekosistem batu karang yang tersembunyi dan kami mempelajari air dari berbagai kedalaman, dari endapan di dasar, perairan di tengah dan di permukaan,” ujar Dr. Hawis Maddupa, peneliti IPB yang memimpin team ini.

Di beberapa lokasi seperti Sawandarek, Yenbubba, dan Yenwapnor, tim melakukan sensus visual bawah air (2 transek @50 meter) untuk melihat keadaan dan biomassa terumbu karang serta ikan. Di lokasi lain, seperti di Paniki Besar dan Pulau Golf, tim menyelam di zona perairan terbuka dimana mereka menyaksikan kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas penangkapan ikan.

ANBIOCORE in Raja Ampat

Bagi beberapa peneliti, mereka dapat melihat sampling eDNA dan isi DNA  dari ikan dan air dari wilayah tersebut. “ Yang ingin kami lakukan dari data tersebut adalah menganalisa potensi produksinya,” ujar Dr. Austin Humpries dari URI.  

Dari aktivitas ini, para peneliti dapat mengumpulkan data bioekologi, termasuk penutup karang, “benthic abundance”, biomassa, dan kadar terumbu karang. Mereka juga melihat kualitas air atau data nutrisi, eDNA dari 3 lapisan yang berbeda, rugosity, dan kandungan DNA dari ikan yang ditangkap oleh nelayan.

Kategori: Ketahanan & Swasembada Pangan

Komentar
Leave a Comment